DREAM OF THE DEATH
Kini aku sedang bermimpi. Berada di suatu tempat, dimana tiada seorang pun disana. Hanya ada aku, kesunyian, dan sebuah pisau di depanku. Lalu, kugenggam pisau itu oleh tangan kananku. Tiba-tiba aku teringat. Mungkin inilah waktu yang tepat, dimana takkan ada yang tahu aku sedang apa dan aku berada dimana. Kupikir lagi beberapa kali. Mengingat semua keputusasaan, kegelisahan, dan rasa sepi, mungkin aku harus melakukannya.
Dan tiba-tiba hembusan angin seperti menyampaikan sebuah berita. Dia berkata, "Ayolah kawan! Ini kesempatan baik bagimu. Semua orang membencimu! Mereka tak pernah memperdulikanmu! Dan jika saat ini kau mati pun, entah mereka akan peduli atau tidak! Dan di tempat ini takkan ada yang tahu hal apa yang menimpa dirimu! Ayo lakukan!"ucapnya.
Kali ini aku sudah yakin. (Lalu kugoreskan pisau yang kugenggam itu tepat di sebelah atas pergelangan tanganku).
"Sssstttt" Semuanya sudah kulakukan. Sempat kuambil secarik kertas, dan kutuangkan darah ini kedalamnya. Kucoba tuk membuat pesan terakhir yag bunyinya,"AKU SUDAH PERGI. SEMOGA KALIAN PUAS!!!" Tepat setelah kata terakhir yang kutulis. Lalu, aku tertidur dengan dilumuri darah. Dan akhirnya mimpiku terwujud. Aku telah enyah dari kehdupan ini dalam keadaan tidak ada seorang pun yang tahu.
Tapi ternyata itu hanya mimpi. Aku terbangun darinya. Dan aku berkata, "Akh..andai itu nyata"
***
Setelah aku terbangun dari mimpi itu. Kucoba bangkit. Mimpi itu hanyalah khayalan, tapi aku telah terbiasa karenanya. Mimpi telah menjadi bagian dalam hidupku.
Aku hidup dalam mimpi. Aku bahagia dalam mimpi, dan matipun aku dalam keadaan bermimpi. Entah apa alasannya, semua hal yang kumimpikan selalu hadir dalam mimpi.
Seperti pada suatu hari, aku bermimpi lagi......
Lagi-lagi mimpi itu tentang kematianku. Aku yakin ini seperti nyata. Inilah mimpiku. Dalam mimpi itu.....
Aku berada di sebuah lembah. Lagi-lagi aku sendiri disana. Hanya ditemani angin, bebatuan, pepohonan, dan cakrawala. Lalu aku berdiri di sebuah batu yang berada di salah satu ujung lembah itu. Dan lagi-lagi, ada sesuatu yang membisik padaku. Kali ini bukan angin yang menyampaikannya, tapi di atas cakrawala itu seseorang berkata, "Kamu seorang pemberani, kamu selalu berani menaklukan mimpi, kenapa kamu tidak berani untuk terjun dari sana? Itu takkkan menyakitkan. daripada kamu hidup, dan kan lebih banyak hal yang menyakitkan, lebih baik kamu lakukan hal ini."
Dan kusadari, apa yang dia katakan memang benar. Kulihat dibawah sana, ternyata tak tampak apapun pada dasarnya.
Mungkin, karena lembah ini terlalu tinggi dan curam.
Sebelum aku yakin akan melakukannya, aku mencoba melemparkan sebuah batu. Bahkan, setelah kulemparkan batu itu, sepertinya batu itu berkata, :Ini takkan sakit, kawan!"
Entah itu nyata atau tidak. Tapi, itu sangat meyakinkan diriku. Lalu, kurentangkan tanganku, da kututup mataku.
Dan..ku mulai melangkahkan kaki kananku dan aku meloncat darinya.
Aku merasakan sensasi ketinggian yang begitu hebatnya. Bahkan, rasanya aku seperti melayang. Belum kujumpai dasar lembah ini, tapi tampak sepertinya aku kan mendarat di perairan.
Duh..bahagianya aku, sepertinya cerita ini mengasyikkan.
dan setelah mendekati perairan itu, tiba-tiba aku terbangun dengan sendirirnya.
Dan aku berkata, "Kenapa aku harus bangun? Bahkan aku belum merasakan sakitnya jatuh dari lembah setinggi itu. Sungguh ini petuanlangan yang seru. Tapi, sayang aku harus terbangun! Kh, semoga esok aku bermimpi lagi."
Berakhir sudah kisahku hari ini. Aku berjanji akan bermimpi lagi, semoga petualanganku besok labih menyenangkan lagi. Amin.
Bersambung......